Maya Indea Jama, Presenter TV Penentang Rasisme


Maya Jama, sebagai presenter kondang penentang rasistme

Siapa bilang bintang tenar yang kerjaannya dulu nyiar di radio, namanya kini melejit jadi tenar. Sebenarnya anak blasteran ayah dan ibu dari Somalia dan Swedia, tak bercita-cita sebagai presenter kondang.  Maya Indea Jama, /ˈdʒɑːmə/ JAH-mə; lahir 14 Agustus 1994, meniti karir sebagai presenter televisi dan DJ radio Inggris. Namanya digaet sebagai pembawa acara di Peter Crouch: “Save our summer” radio BBC One Bersama Peter Crouch dan Alex Home dalam kompetisi BBC Three Glow Up.

Acara yang digemari Abg (anak baru gebleg) bule di Inggris itu, kini telah berada di puncak ketenarannya setelah dibawakan dalam serial keempat pada acara kencan ITV2 Love Island. Tak pelak nama presenter kondang Maya Idea Jama, melesat bak meteor di seantero negri kincir angin Belanda. Meski aslinya berkulit, kecoklat-coklatan khas anak blasteran Somalia-Swedia, Jama tak peduli dengan warna kulitnya yang kagak glowing putih kebarat-baratan.

Saat menjadi presenter, di stasiun televisi yang digemari remana acap menyelipkan penolakan rasi

Meskipun Jama lahir dan besar di Bristol, tempat sekolah bercampur dengan kulit putih di Gotham School, dan dilahirkan saat ibunya Sadie di usia muda 19 tahun, baru diketahuinya setelah dewasa. Hobinya sejak sekolah menengah, membaca buku sastra karya penyair AS Maya Angelou dan buku spay Agatha Cristie. Kehidupan semasa remaja, jelas tidaklah menguntungkan pada dirinya yang sering disisihkan teman-teman penganut rasisme akut di sekolahan. Itulah sebabnya, Maya lebih senang memburu buku di perpustakaan menghabiskan waktu luangnya membaca dan menulis.

“Mereka memiliki kepribadian yang tidak boleh ditiru, rasist akut. Tetapi saya biarkan saja, ngapain ditanggapi. Lebih baik membaca di perpustakaan buku sastra dan menulis cerita,” ujar dia dalam wawancara Vouge 10 tahun lalu. “Saya tidak akan meniru kelakuan orang-orang kulit putih yang rasis itu.”

Entah dewi fortuna apa yang membawa dirinya menjadi presenter kondang, setelah mencuatkan statement benci dengan rasisme. Apalagi saat membawakan celotehan di radio yang mayoritas pendengarnya anak remaja minta komentar saat suaranya mengudara membawakan acara peace for all di TV popular. Pengambilalihan Maya Jama sebagai pembawa acara Love Island awal tahun ini justru mendorong karirnya melejit ke tingkat yang lebih tinggi.

“Puncak pengakuan dirinya sebagai presenter kondang dan pengagum perdamaian bagi semua orang, tampak diakui media massa bergengsi British Vogue bulan Agustus 2023. Apalagi topik-topik bahasan kepribadian di TV popular itu bahkan acap menjadi heboh dengan kreativitas Maya saat mengusung acara menggabungkan music ansambel yang tradisional dengan modern,” kata Alex Kessler, pengamat outfit handal di Vouge

Namanya melejit sebagai presenter penentang rasisme yang sering dilihatnya di negara barat

Jangan heran bila penampilannya saat membawakan acara, tentu dengan penampilannya yang banyak dinilai sebagai pengusung autentikisme pembawa music-musik bergenre tradisional diacungi jempol juga para designer rumah mode terkenal di Paris, Milan dan Amerika. Tawaran bekerja sama dengan seorang stylist Guyana-Inggris yang tinggal di London Utara, tak disia-siakan oleh Maya berkolaborator dengan Rhea Francois.

“Saya bertemu Maya melalui bantuan penata gaya Alizé Demange – dinamika saya dan Maya tumbuh secara alami, jadi Alizé memberi saya restu untuk mengambil alih gaya Maya secara eksklusif,” jelas Rhea. “Kami bekerja sama dengan sangat baik – dia menyenangkan, ceria, dan seksi, yang saya sukai,” katanya. “Tugas saya sebagai fashion design adalah memastikan Maya tampil dan merasakan dirinya yang terbaik dan paling autentik.”

Adegan saat pengambilan gamber, di Pulau Cinta, saat Maya akan membawakan acara megah menggunakan kapal pesiar, dan meminta diabadikan dan disebarkan di medsos bahwa dirinya ingin mengenang bintang tenar masalalu, Marilyn Monroe yang sexy dan diakui bahenol Hollywood. Saya kira, sentuhan modern pada suasana seksi itulah yang ingin ditampilkan kembali untuk mengenang para selebrity lawasan. “Saya piker sentuhan modern dengan suasana seksi, dengan balutan tubuh karya karya George Trochopoulos dan designer papan atas lain, menjadikan Maya semakin tak terkejar popularitasnya sebagai presenter yang merangkap sebagai fashion outfit tenar,” ujar George.

Pekerja keras sebagai presenter akhirknya memperoleh penghargaan Brit Award (courtesy vouge)

Lihat gaun menakjubkan yang dikenakan Maya adalah gaun putih berleher halter dengan bagian belakang melengkung. Dan karya-karya gaun berpotongan hitam ciptaan Nensi Dojaka, atau gaun maxi rajutan putih buah tangan Cult Gaia, gaun Fanci Club Garden of Eden berwarna tangerine, sungguh menawan dibawakan Maya saat membawakan acara khusus pada penghargaan yang diterimanya dari Vouge pada presenter kelas dunia padanya.

Di tempat lain, dia mengenakan berbagai label fesyen kelas atas, seperti gaun body-con biru kobalt dari Balmain dan gaun bra kerucut vintage Jean Paul Gaultier di Love Island, atau pakaian seperti David Koma untuk duduk di barisan depan selama desainer London peragaan busana. Ia juga tampil glamor pada jamuan makan malam yang diselenggarakan oleh British Vogue dan Chopard di Cannes, mengenakan gaun Aadnevik berenda sensual.

Salah satu momen fesyen yang menonjol bagi Rhea adalah saat ia memilih pakaian yang dikenakan Maya di Brit Awards tahun ini. “Saya sangat menyukai kedua tampilan tersebut – yang satu adalah gaun Schiaparelli strapless hitam dari koleksi Haute Couture musim semi/panas 2020. “Itu momen penting bagi saya, karena ingin mendandani Maya pada acara Brit Awards.”

Setelah berkolaborasi selama beberapa tahun, apa pendapat Rhea tentang momen cover British Vogue Maya bersama Steven Meisel? “Saya sangat gembira untuk Maya, karena saya merasa dialah orang pertama di jalurnya yang mendapatkan sampul Vogue – saya sangat gembira, sangat bangga dan tidak sabar untuk melihat peluang yang datang padanya.” Meski demikian, senyampang dengan karirnya yang kian melesat bukan lagi sebagai presenter televisi, Maya tetap berusaha untuk membuka dengan siapapun yang ingin mengetahui masalalunya, sebagai putri seorang ayah yang pernah dipenjara lantaran senang berantem. “Sungguh saya sesalkan kehidupan ayah saya dulu. Tapi biarlah itu masalalunya sebagai narapidana yang senang bertengkar. Kalian jangan meniru tabiat buruk seperti itu, dan jangan lupa saya sebagai penentang rasisme yang kini masih dipraktikkan di dunia nyata, maupun dunia catwlaking mode.” (nicole dari AS | eddy je soe dari Solo)

Previous Limbah Merkuri Pabrik Minamata Penyebab "Tarian Kucing Sekarat"
Next Sniper Wanita Uni Soviet, Ganas Dimedan Perang

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *