Trend autfit gaya anak baru bongsor alias Abb di Jepang ternyata tidak kalah dengan mode sekolahan di kota budaya, Jogyo atau Solo. Entah lantaran kakek pernah tinggal di Indonesia sewaktu mblasak ikut perang, njuk diceriain sejarah masalalu, tak bisa dipastikan. Lantaran tak banyak Abb di Jepang tidak suka memakai busana yang tubuhnya diblebet kemben alias jarig. Itu kuno, kata pengamat busana yang senang mblayang di Jepang
Menurut dia, saat ini mode busana wanita muda Jepang, perpaduan style dinamis antara budaya Kawaii (imut), tren tahun 90-an/2000-an, Entah lantaran terpilihnya perdana menteri perempuan di negri Sakura yang trengginas, membawa perubahan ciri kekhasan tersendiri: simpel dan tegas. Meski belum tentu benar gaya kepemimpinan perdana menteri baru itu benar. Toh kebacut disukai kalayak Abb buat mejheng di mall atau kluyuran di pusat-pusat kota besar seperti Tokyo. Saking bawaannya tampil saklek, dan sangat disiplin, Perdana Menteri Sanae Takaichi.

Padahal, belum tahu benar, perdana menteri Jepang Sanae Takaichi, yang baru saja menjabat itu, kadang acapkali menetapkan peraturan dengan sangat keras, lantaran berdisiplin mengikuti garis partai yang mendukungnya. Meski hingga kini jabatannya tetap membuat kalang-kabut para nonsimpatisan PM Sanae Takaichi. Entah mengapa kaum perempuan remaja, lebih suka bila negri mereka tidak dipimpin oleh kaum lelaki yang memegang jabatan tertinggi di Jepang. Mereka lebih suka kebijakan yang diterapkan agar keberlangsungan pendidikan lebih bagus dipegang kamu perempuan. Selain tegas dan sangat disiplin, tetapi mendukung kamum pelajar untuk berekspresi sesuka-mereka asal pendidikan mereka tidak terlantar waktu masuk sekolah atau kampus.

“Entahlah, mengapa, kabinet yang mensuport pelajar putri, mestinya yach PM wanita. Bukan seenak-enaknya bila dipimpin kaum lelaki,” ujar salah satu siswa yang tidak mau disebut namanya. Selain PM perempuan itu biasanya tegas dan disiplin. Konon kabarnya, meski aturannya ketat dalam dunia pendidikan, toh mereka senang, karena kedisiplinannya yang perlu dicontoh. “Kalau belum berubah, nantinya, diseluruh gedung yang mengajarkan pendidikan, terutama bagi perempuan muda, wajib menggunakan kasual minimalis. bila masuk ke ruang kelas di sekolahan,” ujar dia.

Jadi tidak perlu gedombrangan, ujar salah satu pekerja musiman dari Philipna dan Indonesia, berkomentar, apalagi memakai pakaian tradisional yang ribet itu. Menurut banyak rekan yang tinggal di kota terpandang di Jepang, pemakian tradisional seperti Kimono, dilarang kalau tidak merayakan hari besar resmi pemerintah. “Boleh memakai gaya kasual minimalis. Elemen kuncinya berupa pakaian berlapis, sepatu platform, siluet longgar, dan aksesori unik. Seperti gantungan tas yang dipersonalisasi,” katanya.
Kalau ngikuti gaya Gyaru tahun 1990-an kembali, ujar dia, meskipun agak kuno, tetapi bisa diterima dengan baik teman-teman sebaya mereka. Boleh menampilkan sepatu platform, kaus kaki setinggi lutut yang longgar, dan tampilan feminin yang berani yang sering kali diberi aksen dengan busana modern dan modis, juga tidak dilarang. “Mereka tentu boleh mengenakan model subgaya Kogal (Kogyaru), meniru seragam sekolah dengan rok yang lebih mini, kaos longgar dan rambut, boleh dikuncir asal ditata,” kata dia menirukan rekannya,” katanya
Namanya juga negara maju, para Abb (anak baru bongsor) di kota-kota besar, lebih suka bila dilirik para pendatang, lantaran bisa sesukanya menikmati masa keimutan ekstrim, memakai lapisan aksesori warna-warni rambutnya dijepit, dan gantungan tas boneka, tidak pernah ketinggalan merupakan trend anakmuda Jepang saat ini. “Mereka bilannya Kawaii and Decora. Bebas merdeka.” Tentu tidak terus meninggalkan gaya kasual Modern & Vintage, perpaduan antara streetwear nyaman dan longgar, juga menggendong barang-barang vintage, seperti jaket Haori tradisional dengan denim.

Aksesori Penting tas sering kali dihiasi dengan boneka dan pernak-pernik Labubu dan Hello Kitty menjadi pilihan buat ngeceng di luar jam pelajaran sekolah, atau membolos, kabur untuk mengekspresikan kepribadian yang merdeka. Itu gaya anak baru bongsor (ABB) Jepang. Meski tetap kepengaruh gaya tradisional, kerna wajib mengikuti “Hari Kedewasaan” alias Seijin no Hi, mereka tetap mengenakan kimono Furisode berwarna-warni dan bermotif menarik
Gaya populer seperti itulah yang menjadikan, wisatawan dari luar sering kepencut buat mengikuti penampilan biar menjaga keseimbangan atara elemen di ndesonya dan kepraktisan, juga nyaman buat bekerja menyambung hidup di luar negrinya. “Kadang acap menyenangkan dan berlebihan dengan pakaian praktis dan nyaman untuk kehidupan sehari-hari di Tokyo, setelah bekerja seperti robot, tanpa jeda waktu istirahat. Tidak seperti di ndesomu,” katanya, Mencari barang-barang Jepang yang unik setiap hari yang tidak dapat ditemukan di luar Jepang. Kadang saya menghabiskan setiap hari merindukan makanan dari negara asal saya, Tiongkok dan Praci,” kata kedua pegawai pabrik

Meskipun para gadis di Tokyo sangat tertarik pada tren, mereka lebih dari sekadar imitasi. Mereka menggabungkan gaya berpakaian mereka dengan elemen pop internasional dan menyempurnakannya. Seiring waktu, mereka telah berevolusi menjadi gaya yang dieksekusi dengan sempurna oleh para gadis Tokyo. Inilah mengapa industri mode di Tokyo tidak ada habisnya. Di jalanan Tokyo, Anda pasti sering melihat banyak perpaduan gaya.
“Kombinasi antara manis, individualitas, dan keanggunan, dapat dipadukan dengan gaya jalanan, bersama dengan banyak lainnya. Hari ini, saya ingin menganalisis berbagai gaya gadis Tokyo dan karakteristik pakaiannya.
Mode Harajuku
Harajuku adalah tempat kelahiran mode Jepang, sehingga terdapat beragam gaya busana di sini. Salah satu karakteristik utamanya adalah sangat unik dan menampilkan kepribadian. Bahkan pakaian bekas yang sederhana pun bisa sangat personal karena modifikasi dan penggunaan pakaian tersebut. Jadi, merek dan harga menjadi kurang penting dalam tren mode ini.



No Comment