Seni
Lukisan Hiper Realis Serge Marshennikov
Bagi pemburu karya lukisan hiper realis di Moscow, Rusia, jangan mencoba-coba membeli karya seni Serge Marshennikov, dan membawa pulang ke negara yang memberlakukan UU antipornografi, dapat dipastikan akan disita. Bisa saja pembeli seni lukis dari negeri Komunis dituduh ingin menyebarluaskan gambar pornografi yang dapat menimbulkan syahwat birahi tak terkendali. Bayangkan saja, hampir semua lukisan Serge, …
Salvador Dali Karyanya Dulu Dicerca, Sekarang Kaya Raya
Nama pelukis surealis paling moncer di abad ke-20 kelahiran Spanyol memang agak aneh, ‘Salvador Felipe Jacinto Dali I Domenech. Tetapi banyak para pengamat suka memendekkan namanya dengan mengundang Salvador Dali. Tak bisa dipungkiri, nama Dali sebagai pelukis surealis disegani berbagai pengamat dan kolektor benda seni berkelas pada tahun 1920-an hingga kini. Apalagi setelah karyanya mendongkrak …
Clean Bandit & Carbelo Melesatkan Musik Latin
Jangan anggap enteng musisi elektronik grup bersaudara, Grace Chatto dan dua saudaranya Jack dan Luke Patterson, yang membawakan genre music campuran unsur klasik, tari dan berciri latino. Siapa tak mengenal Clean Bandit dengan lagu-lagu yang digemari musikus dan vokalis seperti Demi Lovato, Zara Larsson, Marina dan Rita Ora dan tampil berkolaborasi bareng cuap-cuap plus lenggang-lenggok …
Quen, Kamilah Pemenangnya
Berani bertaruh generasi ABG (Anak Baru Geblek) milenial saat ini tak pernah mendengarkan lagu Quen yang pernah ngehit tahun 70-an, kecuali mama-papanya dulunya berantem sewaktu pacaran dan berteriak lantang, We Are the Champions. Teriakan itulah yang sebenarnya diterakkan Quen dalam album ‘Bohemian Rhapsodi’. Rasanya tidak adil bila membandingkan lagu lawas Quen ketika manggung di Stadion …
Teater Keliling, Tradisi Celometan di Atas Panggung
Tidaklah mengherankan bila anda berada di dalam area panggung seni pertunjukan teater atau sandiwara terpaku di tempat duduk menikmati jalan cerita. Namun jangan heran bila anda akan, ketika anda sedang asyik menikmati dialog, tiba-tiba pemain mengajakmu ikut berdialog: clometan. Paling tidak diajak beracting laiknya pemain lain. Itulah ciri khas Teater Keliling ketika pentas di berbagai …
Anna Karenina, Pengkhianatan Cinta dan Perang dalam Film
Inilah novel dahsyat yang diterbitkan lebih dari seabad lalu karya sastrawan sekaligus cendekiawan Rusia, Leo Tolstoy. Suatu cerita yang membedah kepahitan hidup mengenaskan sebuah keluarga di jaman perang dunia II di sebuah desa yang dilanda banjir darah bercampur mesiu dibalut kisah percintaan dan pengkhianatan Ditulis selama kurun waktu 1873-1877 dimasa perang bubat, yang tak jelas …
Senyum Misterius Monalisa, Siapa Sebenarnya Dia?
Siapa yang tak mengenal Monalisa, sebuah lukisan masterpieces karya Leonardo da Vinci. Senyuman penuh misteri menyimpan berbagai spekulasi siapakah sebenarnya sosok obyek yang dijadikan model lukisan Davinci. Tidaklah mengherankan bila lukisan yang pernah dicolong Vincenzo Peruggia, seorang imigran Itali ke Perancis dan bekerja paruh waktu di museum Louvre. Lantaran Vincenzo Peruggia bekerja di museum dan …
Ojho Kakehan Cangkem, Menafsir Koi
Enampuluhan lukisan ikan Koi menempel di dinding Galeri Seni Rupa, Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) Solo selama dua hari. Bukan lukisan sembarangan, yang dipamerkan perupa Widoyo ‘Ndoyo’, tapi keahlian menyemprotkan medium cat melalui pelbagai perangkat di atas canvas. Orang menamainya sebagai seni kontenporer airbrush on canvas, teknik nyemprat-nyemprot cat. Meski banyak pengamat seni menyayangkan pameran …
Red Sparrow Film Spy Ciamik
Inilah film spy terciamik mengharu-biru penikmat tontonan yang pernah diangkat ke layar lebar, setidaknya setelah film-film mata-mata lain serial 007. Film yang disutradai Francis Lawreceand ditulis berdasar novel Jason Matthews, pantas ditonton. Film dibintangi Jennifer Lawrence, Joel Edgerton, Matthias Schoenarerts, Charlotte Rampling, menyajikan plot mengalir deras tanpa jeda loncatan pengisahan yang berarti. Film Red Sparrow …
Lenggut-Lenggut Ngejazz di Balai Soedjatmoko
Setidaknya lebih dari 15 kali pertunjukan jazz yang dihelat pengembang budaya kelompok Kompas-Gramedia di Balai Soedjatmoko pernah ditampilkan tanpa henti. Tidak hanya musisi lokal seputar Solo yang diundang manggung, dengan bayaran pertemanan, tapi juga didatangkan dari luar kota. Jangan membandingkan bayaran yang dikantongi para musisi jazz yang dihelat Dishubpar (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata) di masa …

