Rasanya agak janggal membaca biografi Anne Hathaway, yang ditulis berdasarkan refrensi sepanjang 360 refrensi dari pelbagai kritikus seni dan dunia perfilman Hollywood. Perlu diacungi jempol perannya sebagai selebritis papan atas berkiprah sebagai pesohor. Taka da salahnya kritikus membabat karir dirinya ketika pertamakali menapakkan karirnya nekat bercita-cita menjadi bintang top-markotop harus berhasil
Kengocolannya pantas ditiru siapapun yang ingin meraih cita-cita sebagai selebrity dunia perfilman dan fashion handal. Bukan lantaran Anne Hathaway menemplekkan dan menyebutkan dia salah satu ‘nakndulure’ dalam dinasti Shkespeare, sastrawan besar kaliber dunia, tetap memang Anne seorang pekerja keras mengejar cita-citanya. Tidaklah mengherankan bila diawal karir menekuni dunia selebrity lambat-laun mulai dikenal penonton bioskup layar lebar kala itu.

Benar saja, nama Anne Hathaway menjadi icon fashion dan bintang film handal jebolan Hollywood setelah berulangkali menyabet penghargaan internasional. Jangan tanya berapa juta dollar pundi-pundi yang disimpan di bawah bantal, ogah ditipin di bank –harap maklum aslinya wong ndesit anak pegawai rendahan dan petani miskin– sehingga duitnya disimpan di rumah. Ketenaran sebagai selebrity dunia layar lebar tak membuat dirinya angkuh dan tidak mau bergaul dengan tetangga and sanak-saudara rekan-rekannya di ndeso.
Kalau sama jurnalis dan photographer, apalagi dia sangat akrab. Tak segan-segan Anne Hathaway mengajak para wartawan halan-halan and nenggak red-white wine dia yang mentraktir sampai gendem. Sembari berbincang mengenai kritik sastra hingga peran-peran penting dalam hidupnya saat memulai mengejar impian sebagai selebrity panggung layar lebar. Itulah sebabnya, nama Hathaway banyak diperbincangkan rekan-rekan jurnalis. “Ayo, kapan nenggak wine or beer lagi,” katanya, sembari meneruskan, “Jangan takut kagak gwe bayarin. Ntar kalian juga boleh pesan steak sekarep-karepmu wis.”
Celetukan-celetukan seperti itulah yang membuat namanya tetap lengket dengan para pekerja media massa, Anne Hathaway memang pantas diorbitkan. Cara bicara dan menyapa dengan rekan jurnalis itulah yang menjadikan ia sebagai icon selebrity dunia film tangguh tak kenal lelah mengejar impiannya, tentu selain uayu dan cantik sekali, dirinya tidak sombong. Meskipun nama Hathaway menjadi idola para penggemar film yang dibintanginya, toh pembawaan sejak awal merintis sebagai bintang tak pernah berubah. Bersahaja, humoris dan acap senang ngelantur ingin jadi presiden perempuan pertama di AS.

Meski aslinya kewarganegaraan Anne Hathaway masih menggunakan status berkewarganegaraan ganda (Inggris-Amerika) dia nyantai saja kalau bicara blak-blakan dengan para jurnalis. Suatu ketika, Anne Hathaway ditanya photographer, kenapa warna rambut kamu tidak dua warna, seperti kewarganegaraan kamu di dua negara. “Besok atau lusa akan saya smir (baca: smir itu maksudnya bukan seperti jenis graffiti yang dapat diubah warna-warni) rambutku biar berbeda dengan rambut kalian.”
Film yang dibintangi Anne Hathaway sepanjang dirinya menjadi pesohor papan atas dan laris ditonton warga masyarakat di dua negri, maupun di seluruh jagat pendapatan kotor yang diraup produser dan sutradara mencapai hingga $326,5 juta. Barangkali perolehan honor Anne Hathaway sebagai bintang film papan atas, tak sebanding dengan yang diangan-angannya, dirinya keluar buat berperan dalam Knocked Up sebelum produksi selesai. Ia tidak menyesal perannya diganti oleh Katherine Heigl.
“Biarin saja, gwe diganti artis lain. Bagaimana gwe mau, udah capai-capai berperan lhah mosok sutradara Judd Apatow memilih mengganti dengan memakai penggunaan rekaman asli seorang Wanita yang sedang melahirkan. Jelas tidak sesuai dengan skenario awal. Lantas peran gwe seperti apa, kalau diganti memakai rekaman asli seorang Wanita yang sedang melahirkan. Emangnya saya tidak bisa acting jadi perempuan melahirkan, seperti pada cerita scenario film.”

Putusan tidak melanjutkan berperan dalam film yang disutradarai Judd Apatow, tak membuat Anne Hathaway patah semangat. Justru di tahun 2007 dirinya malah memperoleh peran membintangi drama romantic biografi, “Bicoming Jane”. Dirinya mengaku, dirinya sangat mengerti dan paham peran yang akan dilakukan nantinya sebagai penulis Inggris titular Jane Austen. Apalagi Anne Hathaway mengaku dirinya drop-out dari universitas sastra ternama, yang suka membaca buku-buku sastra dan sejarah masalalu.
“Sebagai penggemar Austen sejak usia 14 tahun, Hathaway mempersiapkan perannya dengan membaca ulang buku-buku Austen dan melakukan penelitian sejarah, seperti meneliti surat-surat penulis; dia juga belajar bahasa isyarat, kaligrafi, koreografi tari, dan piano. Gwe suka karya sastra dan masalalu sejarah Amrik dan Inggris. Biar kagak kagok berbahasa Ingris ntar mau pindah dulu sebulan sebelum syuting untuk meningkatkan aksen Inggris.” Mudah-mudahan ntar tahun 2045 presiden tempat kalian berada, tidak menangkap peluang bikin pilm Pilkadal-kadalan di negrimu. Indonesiah. Okay. Salam buat presiden baru kalian yach. Mbuh. Akhirnya Anne Hathaway dapat nominasi penerima Brithish Independent Film Award sebagai aktris terbaik. Perkara Lesbong and Gay itu urusan Human Right wajib dihormati. “Eloe bilang gwe Lesbi? Emang knapa kalau benar Lines. Enggak usah memvonis seseorang yach



No Comment