Siapa mengira kapal dari Soviet dapat mengarungi lautan 7 tahun tanpa mengisi bahan bakar. Bagaimana tidak, bahan bakar yang digunakan untuk mengerakkan propeller raksasa hingga dapat membelah bongkahan es yang membeku itu menggunakan tenaga nuklir. Selain tanpa mengotori udara, polusi bila memakai bahan bakar tenaga fosil, minyak, mereka ogah melakukan hal itu. Pusat pengawas tenaga nuklir pun mengagumi inovasi penggunakaan tenaga nuklir di negri Soviet (Russia), untuk menggerakkan kapal untuk kepentingan mengangkut bahan pangan ke seluruh benua di negara terdekat
Bisajadi bila kapal bertenaga nuklir diproduksi di Indonesia, rasa-rasanya seluruh warga masyarakat menyetujuinya. Tentu saja Lembaga pengawas tenaga nuklir Indonesia seperti Nuclear Energy Regulatory Agency (Bapeten), tak akan berkeberatan bila diwujudkan. Apalagi BAPETEN juga memiliki program yang memastikan keamanan, keselamatan dan perlindungan energi nuklir, yakni Indonesia Centre of Excellence on Nulear Security and Emergency Preparedness (I-CoNSEP)

Rasanya galangan pemroduksi kapal terbesar di Indonesia, PT PAL Indonesia (Persero) mampu merancang-bangun kapal niaga maupun kapal perang seperti yang dilakukan di negara-negara lain. Persoalannya, untuk melakukan rancang bangun kapal bertenaga nuklir di negri ini, tentu banyak hal yang perlu untuk dipertimbangkan. Lantaran belum terpikir secara serius pentingnya kapal laput yang mampu mengarungi samodera mengelilingi kepulauan tanpa terbebani pengeluaran bahan bakar minyak.
Akankah rancangan untuk membuktikan bahwa di negri lautan terbesar dunia ini mampu merealisasikan angan-angan memproduksi kapal laut bertenaga nuklir. Tentu saja perlu kajian secara seksama dan penting melibatkan tenaga professional terkait, agar tidak direcokin suara miring kaumbuzereiz. Paling tidak bila kita mampu memproduksi kapal tersebut, bukankah membanggakan dan tentu bikin heboh negri lain. Sebenarnya, pembuat kapal dengan merancang-bangun mengoptimalkan tenaga nuklir pun pada dasarnya mampu dibuat di galangan kapal di negri ini. Apalagi, seperti pemberitaan di pelbagai media, kehandalan PT PAL pantas diacungi jempol hasil karya memproduksi kapal niaga maupun kapal perang sendiri. Persoalnnya PT PAL, sejauh yang kami dengar, belum pernah memproduksi kapal bertenaga nuklir. Barangkali, di tahun-tahun mendatang, PAL mampu mengoptimalkan penggunaan bahan-baku nuklir untuk kepentingan menggerakkan pelayaran di negri ini (berbagai sumber | Jez)



No Comment