Sarapan Yogurt Setiap Hari Cegah Diabetes


Mengkunsumsi Yogurt empat kali dalam seminggu dapat mengurangi diabetes. Hasil penelitian terbaru yang dilakukan University of Cambridge menyebutkan terjadi penurunan signifikan pada 30 ribu responden pengkonsumsi Yogurt yang dijadikan sampel penelitian manfaat Yogurt bagi kesehatan tubuh.

Hasil penelitian yang dipublikasikan jurnal ilmiah Diabetologia, the European Association for the Sutdy of Diabetes, mengumumkan temuan terbaru dan mengejutkan. Metodologi kohort digunakan para peneliti Cambridge mengikuti perjalanan record pasien penderita diabetes tipe 2 selama periode 11 tahun dengan jumlah sampel 3.500 orang dipilih secara acak dari populasi orang yang tinggal di Norfolk, Inggris.

Selain melibatkan ribuan orang, penelitian University of Cambridge tak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya penyakit diabetes dianggap sebagai penyakit ‘pembunuh’ penderita secara perlahan-lahan yang sangat menakutkan.

Meski penelitian tidak membuktikan sebab dan akibat, ujar Dr Nita Forouhi, Direktur Epidemiologi Medical Research di universitas Inggris tertua itu, mengatakan penelitian tersebut membuka peluang perspektif bagi pengembangan Yogurt sebagai penangkal diabetes.

Sebab, ujar Forouhi seperti dikutib Forbes, Yogurt mengandung kalsium, magnesium, vitamin D dan asam lemak yang memiliki banyak faedah bagi kesehatan tubuh.  “Proses fermentasi yang mengubah susu menjadi Yogurt juga memproduksi bakteri probiotik dan pelbagai jenis vitamin K,” katanya.

Lebih lanjut Forouhi menambahkan, mekanisme perlindungan kekebalan tubuh dari serangan penyebab diabetes diduga bakteri probiotik yang berada di dalam Yogurt memegang peran kunci. Diperkirakan bakteri yang terdapat dalam usus, ujar Forouhi menambahkan, mampu menjadi mediator pencegah peradangan.

“Dengan demikian bisa saja menurunkan berbagai penyakit, termasuk kanker kolorektal dan gangguan radang usus maupun diabetes,” ujar dia.

Selain itu, tutur Forouhi menambahkan, penelitian juga menyimpulkan mengkomsumsi makanan tanpa lemak dan Yogurt juga membantu menurunkan berat badan serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

“Mengkonsumsi 4-5 setengah cup setiap minggu atau sekitar 4.5 gram Yogurt seminggu akan terasa manfaatnya bagi penderita diabetes dan menurunkan berat badan,” kata dia.

Meski demikian, ujar Forouhi bersama tim peneliti, menyatakan tidak ada hubungan antara risiko dibates dan mengkonsumsi susu atau keju biasa. Lain hal bila yang dikonsumsi Yogurt rendah lemak, katanya, secara otomatis resiko terserang diabetes menurun sebesar 24 persen.

“Penurunan terjadi sekitar 24 persen resiko terserang diabetes pengkonsumsi Yogurt lemak rendah. Bahkan sampai 28 persen,” ujar dia Namun demikian, Forouhi  menyarankan agar memperhatikan kandungan gula yang terdapat pada Yogurt. Sebaiknya memilih Yogurt dengan kadar gula 27 gram atau setara dengan dua sendok makan.  “Pilihlah Yogurt berkadar gula rendah.”

Diabetes mellitus , atau hanya diabetes , merupakan penyakit metabolik di mana seseorang memiliki gula darah tinggi, yang disebabkan pankreas tidak mampu memproduksi insulin yang cukup bagi metabolisme tubuh, atau sel tak mampu merespon insulin.

Gejala orang yang terdeteksi pengidap diabetes antara lain dapat dilihat dari kebiasaan poliuria alias sering kencing. Bisa juga merasa haus meningkat atau disebut polidipsia, dan kemungkinan gejala lain polifagia  atau kelaparan meningkat  (berbagai sumber / eddy je soe)

Previous Urat Malu Pejabat Negri ini Telah Mati: Bunuhdirilah!
Next Apakah Kamu Termasuk Kategori Manusia Dungu?

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *