Salebriti Senang Lher Toket Saat Dipotret


Pose para selebriti luar negeri lebih berani dan menantang dibanding artis anak negeri (courtesy publict domain)

Entah disengaja atau tidak, kesukaan ngelher toket para selebriti Indonesia jadi ngetrend. Apalagi saat mata camera wartawan foto mengarah seputar dada. Tentu bukan hal tabu bagi mereka. Berikut pengalaman beberapa fotografer ibukota saat nguber artis.

“Jangan tanya siapa yang salah.  Bukan lantaran mata wartawan yang jelalatan, tapi memang mata lensa camera sulit diatur.  Mata camera tak pernah keliru merekam apapun, termasuk motret toket alias buah dada wanita, misalnya. Justru yang salah otak ngeres pembaca.”

Pose menantang selebrity luar negeri ketika meniti karir mencari rejeki

Namanya juga pesohor dunia hiburan, polah seperti apapun pasti memperoleh perhatian warga masyarakat, tetapi juga tak luput para juru potret pekerja media massa alias wartawan foto. Cerita seru nan saru para juru foto itulah acap menyingkirkan rasa lelah dan capai saat diuber deadline.

Pengalaman nguber berita, tentu menguras tenaga dan pikiran. Apalagi bagi para pewarta foto alias fotographer, kalau belum memperoleh gambar semenarik mungkin, bisa jadi sesampai di ruang rekdaksi akan dimaki-maki redaktur di kantor. Lihat saja polah para juru foto saat beraksi berhadapan dengan nara sumber. Seluruh kepiawaian seakan ditumpahkan ketika camera memberondong tembakan pada sosok yang sedang diubernya.

Menurut pengalaman para fotographer di lapangan, paling asyik mengambil foto selebritis. Tidak usah disuruh pose, mereka sudah tahu sendiri posisi seperti apa yang dikehendaki media massa. “Bahkan tak jarang para bintang film televisi berdandan semenarik mungkin agar dirinya ditembak jepretan camera teman-teman fotogrpher,” ujar Nano salah satu pewarta foto media hiburan di Jakarta bertutur beberapa waktu lalu.

Artis Kores pun ikutan pamer tubuh

Tak hanya itu, ujar dia menambahkan, lihat saja pose nakal para bintang film saat berhadapan dengan camera. Kalau pun tidak menggunakan lensa telle, teman-teman fotographer kadang dibuat jenggah, melihat pose seronok. “Daripada tak dapat gambar, apa boleh buat. Pinjem omongannya Tukul Arwana, Tombo ngantuk’ sikat saja,” katanya.

Kalau mau jujur, kata Hawe salah satu fotographer senior lain, siapa yang tidak tergiur melihat ceweq cakep ngeler tetek. Menurutnya tidak ada salahnya bila mata camera mengabadikan situasi seperti itu. Apalagi, katanya, belum tentu sekali dalam hidup ketemu selebritis yang mau dipotret dalam kondisi ler seperti itu.

“Gak ada yang salah dengan mata para juru foto media massa. Perkara hasilnya tidak dimuat, yang penting foto saat selebritis ngeler payudara terekam dalam file. Sewaktu masih era film, katanya menambahkan, agak repot memberondong gambar. Lantaran kantor hanya menjatah dua rol film berwarna. Kalau sekarang mumpung semuanya tidak perlu ngabisin duit, motret siapapun kalau memang menarik dan tidak bakal terulang lebih baik diberondong saja,” ujar dia.

Pamer tubuh dianggap pornografi (courtesy tmz)

Menurut penilaian fotographer ibukota, banyak selebritis kondang saat dipotret, memang sepertinya pasang aksi agar buah dadanya menyembul dari baju yang dipakainya. Lihat saja foto-foto Aura, Sandra, Sheilla, Agnes, Cut dan slebritis muda yang baru nonggol ke permukaan.

Adakalanya orang yang sok moralis mengecam tindakan para bintang yang gemar mengumbar payudara di hadapan banyak orang. Mengobral aurat pamer buah dada bukan merupakan hal lazim dilakukan di sebuah negeri yang menjunjung tinggi peradaban. Artinya, menurut mereka tentu, menyembulkan buah dada di hadapan masyarakat secara serampangan, bisa ditafsirkan pamer yang tidak pada tempatnya.

Apalagi pameran aurat yang seharusnya disimpan rapat-rapat dari mata nakal para juru potret media massa. Tapi jangan pula terus menyalahkan fotographer, kalau misalnya, kemudian yang keambil gambarnya pas buah dada seakan loncat dari bra yang dipakainya.

Tak hanya selebriti ecek-ecek suka lher, papan atas pun suka pamer toket (courtesy pic AP)

“Kalau tidak mau dipotret teteknya, jangan keluar rumah memakai baju yang mudah diintip camera dong,” ujar Hawe.  Mata wartawan foto’kan tidak salah, ujar dia membela diri, yang salah justru mata lensa camera. “Jangan sampai nanti ada UU pembatasan memotret. Kan sekarang lagi getol-getolnya anggota dewan buat UU yang gak penting.”

Pameran payudara memang bukan hal aneh bagi sebagian selebritis, bila sedang menghadiri perhelatan berskala nasional. Misalnya show musik atau hadir dalam pesta penyerahan penghargaan aktor-aktris film. “Jelas mereka perlu. Pakaian glamour dan ngejreng. Karena memang selebritas juga ingin dipublikasikan secara gratis oleh meda massa’kan,” ujar Aoen Es seraya menambahkan, “Jadi apa yang salah dengan mata para juru foto media massa?”

Kecuali kalau selebritis itu sedang tidak berada di ruang publik, ujar Aoen Es menambahkan, dapat gambarnya ngumpet nguber sampai ke kolah renang pribadinya, jelas salah. “Itu’kan ulah para Paparazi. Boleh lah kalau seperti itu disalahin. Lha wong selebritis itu juga senengnya ngeler, trus gimana dong? Apa boleh buat. Incer terus, toh mereka juga seneng kalau dipublikasikan. Itu namanya saleb sadar media.” (Nicole dari German/eddy je soe)

Previous Kho Ping Hoo
Next Kongkow2 di Bunker Balkot Solo

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *