Urat Malu Pejabat Negri ini Telah Mati: Bunuhdirilah!


Mantan duta besar Rusia untuk Indonesia, puluhan tahun lalu mengingatkan bangsa ini kian terperosok kedalam anggapan keliru bahwa korupsi tidak lagi menjadi bagian penting nilai moralitas. Seharusnya, siapapun pantas dan harus menjaga agar tindakan tercela tersebut, ditolak merasuki jiwa setiap warga negara yang tinggal di bumi nusantara

Dengan demikian, tak secuil kuku pun, bila digunakan untuk menggaruk luka tidak akan memberikan efek komplikasi infeksi yang disebabkan bakteri yang berada di dalam ujung kuku. Termasuk bila kuku dimaksud hanya dipakai sebagai pemanis dan pemikat kaum perempuan maupun para selebriti di negri ini, wajib pula dibersihkan setiap saat

Bukan hanya dollar AS, mata uang negri lain diduga dikorup

Sehingga siapapun yang terkena cakar, misalnya, terjadi cekcokan dan cakar cakaran antar kaum hawa, dapat diatasi segera. Sehingga tidak sampai kasus cakar-cakaran, terutama terkait politik praktis perebutan kekuasaan, tidak sampai melebar ke seluruh penjuru negri. Apalagi menyangkut persoalan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), sejak 60 tahunan tak terkendali

Contoh sederhana itulah yang digaung-suarakan, mantan jurnalis sepuh Susanto Pudjomartono memandang persoalan koropsi, yang terjadi di negri lain: Korea! Bisa jadi waktunya nyaris bersamaan dengan waktu gerakan reformasi di Indonesia, manakala pada 34 Mei lalu, mantan Presiden Korea Selatan, Roh Moo-hyun bunuh diri meloncat ke jurang di pegunungan dekat rumahnya. Tak ayal hampir semua rakyat, bertanya-tanya dalam hati, apa yang terjadi sebenarnya.

Bukan hanya di Korea Selatan, yang geleng-geleng, mendapat dan mendengar keanehan fenomena politik-social tingkat tinggi di Korsel itu. Dunia pun tersentak mendapat kabar keluhan yang ditulis dalam selembar pesan singkat, kala itu. Memang belum sesemarak melalui gawai dan Whatapps seperti saat ini. “Saya berutang (budi) kepada banyak orang.” Demikian dia menulis pesan terakhir di komputernya. “Begitu banyak orang yang menderita karena saya. Jangan bersedih, jangan menyalahkan siapa pun. Ini sudah takdir.” Tulisnya

Salah mantan demonstrans yang pernah disiksa, berpentas di Solo

Seperti diketahui sebelumnya, Roh setelah kejadian itu, dirinya menyerahkan diri kepada apparat kejaksaan setelah muncul tudingan, ia telah menerima sogokan US$ 6 juta. “Saya malu sekali,” ujarnya kala itu. “Maaf, saya telah membuat Anda semua kecewa.” Roh sebelumnya dikenal sebagai politikus. Beberapa pekan sebelumnya, Roh menyerahkan diri kepada aparat kejaksaan setelah muncul tudingan ia telah menerima sogokan US$ 6 juta. “Saya malu sekali,” ujarnya waktu itu. “Maaf, saya telah membuat Anda semua kecewa.” sebelumnya dikenal sebagai politikus bersih dan pejuang antikorupsi. Ia memulai kariernya dari bawah sebagai anak miskin yang belajar sendiri menjadi pengacara. Ia terpilih menjadi presiden pada 2002.

Jelas bahwa Roh melakukan bunuh diri karena nuraninya terganggu rasa malu. Akhir April lalu istri Roh dituduh menerima uang suap dari seorang pengusaha sepatu. Dalam pemeriksaan, Roh mengaku istrinya memang menerima US$ 1 juta; tapi menurut dia itu bukan sogokan. Adapun US$ 5 juta lainnya dikira uang investasi. Namun banyak yang percaya duit itu akhirnya sampai ke tangan Roh Moo-hyun

Penangkapan di Korsel saat disidik namun dihalangi

Pada Mei lalu itu juga seorang kakak lelaki Roh dijatuhi hukuman empat tahun penjara karena terlibat skandal suap. Entah apa yang menjadikan warga di negri Korea Selatan itu masih memiliki budaya malu sampai melekat ke adat-istiadat hingga saat ini. Rasanya bukan hanya di Korea yang kental dengan budaya malu, bila melakukan tindakan tercela.

Bukan hanya di Korea, di Jepang pun, bisa jadi pelaku yang melakukan hal seperti korupsi, dirinya ‘hara-kiri’ terjadi skandal melakukan koroptor. Setidaknya para pejabat di negri samurai itu, dengan gagah perkasa mengundurkan diri, melepas jabatan sebagai pejabat. Akankah hal itu terjadi di negeri, Kanoha, meminjam istilah animasi komix Jepang Naruto; rasanya tidaklah demikian. Di negri itu, para koruptor dengan riang-gembira, mengenakan rompi ‘jingga’ cengar-cengir tak merasa bersalah. Meskipun, didakwa melakukan tindak kecurangan korupsi. Berjemaah lagi

Bila Anda tertarik untuk melakukan tindak kejahatan korup, lakukanlah sebelum mati!

Apakah dengan tuntutan hukum bagi para koruptor, bila terbukti akan dijatuhi hukuman mati, setelah diundangkan KUHP baru, akankah diterapkan? Ataukah ditempatkan di pulau terpencil dijaga ikan Hiu mengelilingi penjara agar para koruptor tersebut takut setengah mati tak lagi melakukannya lagi? Entahlah. Berbagai sumber refrensi (tim indepth/nicole-korsel/eddy jesoe-solo)

Previous Demi Moore, Cintanya Tertabur Dalam Kayal di Film Ghost
Next Sarapan Yogurt Setiap Hari Cegah Diabetes

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *