Trend Mentato Payudara Meski Sexy & Diminati, Tapi Beresiko


Selebriti sekaligus aktivis lingkungan Cara De Levine mentato tubuhnya "Save Orangutan" perlu dicontoh (Ist)

Inilah trend generasi melineal yang lagi gandrung dengan tato. Bukan hanya mentato di tubuh yang terlihat, tetapi di tempat paling sensitive: buah dada dan tempat sensitive lain, lagi digandrungi perempuan bule. Bila Anda penyuka orat-oretan bergambar aneh-aneh, pergilah ke studio pentato tubuh di beberapa tempat di negeri ini.  Tidak hanya di sekitar tubuh yang sensitive, buah dada, tetapi ada pula yang mentato di seluruh tubuhnya.

Entah sejak kapan kegemaran menggambari tubuh mulai digemari di negeri ini. Padahal, lima belas tahun lalu, terutama tato pada kaum pria, bila kelihatan tubuhnya dipenuhi gambar tato, bisa saja dianggap sebagai pencoleng lulusan hotel perdeo. Tampaknya cap itu, kini mulai terkikis dan sirna. Bahkan saat ini kecenderungan mentato tak hanya disenengi perempuan bule, tapi mulai merambah dunia Abg milenial kota besar di Indonesia.

Perempuan pertama mentato seluruh tubuhnya menjadi daya tarik para peneliti (courtesy pic wikipedia.com)

Maraknya mode ‘mencacah’ tubuh dengan tinta tak hanya terjadi di Indonesia. Di beberapa negara, terutama generasi milenial Amerika kegemaran mentattoo meningkat tajam. Pada Juni 2006, misalnya, jurnal American Academy of Dermatology, melansir hasil survey lewat telepon yang dilakukan pada 2004 dengan jumlah responden lebih dari seribu, menemukan 36 persen orang Amerika berusia 18-29 tahun mentatoo tubuhnya.  Sedangkan yang berumur 30-40 tahun sebanyak 24 persen