Street Art Seni Mengorat-Oret Tembok Pakai Pilog Digemari & Mewabah


Street art tidak hanya digemari pemilik apartemen di negara maju, tapi juga menghiasi gedung pencakar langit

Genre tergres seni orat-oret tembok, selain grafitie lagi ngehit di banyak negara maju. Bangkitnya seni lukis ditengarai dengan munculnya jenis Art Street Surrealism yang memang terlihat indah dipandang. Para pelukis tak lagi memakai cat plototan dan kanvas, tetapi menggambar tembok dengan teknik semprotan alias spray kalengan. Kebangkitan seni mengorat-oret tembok, sebenarnya bukan kali ini menjadi tonggak keberadaan graffiti, tetapi lebih dari sekedar mewarnai tembok. Genre baru itu, menekankan keindahan dan pewarnaan sesuai konsep penyemprotan dengant teknik prima. Bukan sekedar menebar kata dan gambar abstrak penuh kritik sosial.

Kini mewabah di negara ‘penjajah’ ekonomi negara ketiga: Amerika. Para seniman, sekarang tak tabu lagi menggunakan cat semprot tabung alias pilok. Kepiawaian memainkan tabung dan spryer dengan menenteng pilok di tangan menjadi keajaiban sebelum era generasi milenial yang serba dimudahkan ini.

Beralihnya mencampur-adukan warna cat minyak, sesuai dengan komposisi warna yang dikehendaki di atas palet dan akan ditorehkan di atas kanvas sebagai medium seni lawas mulai berganti. Bila tadinya mencampur warna bisa sekehendak hati, penggunaan pilog tak demikian. Paling banter menindih-nindihkan dengan berbagai teknik penyaring memakai bahan apapun, justru menjadi daya pikat para seniman. Hanya saja, medium yang akan diorat-oret menggunakan cat, tak selentur kanvas dan murah. Pasalnya, media kanvas bisa saja menggunakan tembok bangunan berbahan dasar kayu atau besi. Tentu gratis. Asal si pemilik tembok member izin, dan hak ciptanya ada pada sang seniman