Peringatan Dini Keganasan Virus dalam Film Lawas Inferno


Peringatan dini penyebaran virus sebenarnya telah digulirkan lewat film Inferno 6 tahun lalu dengan aktor kenamaan Tom Hanks

Bagi pengemar film fanatik tentu ingat peran-peran menakjubkan aktor lawasan Tom Hank seperti dalam film Forrest Gump yang meroketkan namanya. Nah di film Inferno besutan sutradara Ron Howard, Tom dengan apik menterjemahkan novel Dan Brown, menjadi tontonan menawan dalam film berdurasi 1.5 jam. Kepiawaian Ron Howard menggarap naskah berat seperti yang disajikan dalam film The Da Vinci Code maupun Angels and Demons, jelas mempertaruhkan reputasi sebagai jaminan kepiawaian tak bisa dipandang sebelah mata.

Apalagi pengambilan gambar di tiga negara Italia, Perancis dan Istambul, tentu merupakan hal yang sangat specific menjadi pilihan Ron Howard, boleh jadi tak bisa ditampik Soni Picture sebagai ‘dalang’ penyebar jaring mengeruk duit dan percaya akan untung besar bila film Inferno membludak dilihat di seluruh jagad. Tentu bila WHO akan merilis film lawas tahun 2016 itu untuk ditonton ulang. Sehingga tahu, di balik biangkeladi merebaknya virus terdapat misi terselubung lain tak terungkap terang benderang. Meski dilihat menggunakan micros coup elektron sekalipun. Pengembangbiakan vaksin antivirus tentu menjadi daya tarik bagi jaringan pebiznis multinasional dari negri manapun, lihatlah dengan seksama film lawas Inferno, bila ingin berandai-andai menebak adakah pebiznis memanfaatkan kondisi memprahatinkan seperti saat ini.

Acting Felicity Jones yang memerankan dokter Siena Brookes lumayan menarik meski acap tak bisa mengikuti acting Tom Hanks

Film Inferno sebenarnya telah memberikan sinyal kemungkinan akan terjadi pademi virus mematikan yang digambarkan sangat menarik untuk ditonton. Bukan lantaran bintang tenar Tom Hanks, konon kabarnya kini juga terpapar Covid-19, virus mematikan, mengapa film bermutu itu pantas ditengok. Peringatan dini akan terjadi wabah Covid-19 alias virus corona saat ini, secara implisit sebenarnya, WHO (World Heath Orgaizasion) telah mengingatkan pada anggotanya sejak 1916 lalu lewat film Inferno.

Lihatlah sekali lagi, nyinyiran dalam percakapan antara petinggi WHO dengan Robert Langdon yang diperankan Tom Hanks mengenai bahaya virus bila ditangan orang-orang tak bertanggungjawab. Cilakanya, dalam film itu tentu, vaksin penangkal virus yang menjadi rebutan digambarkan ingin dimiliki banyak negara. Tidak hanya itu, memperebutkan vaksin sebagai penangkal, tidak hanya membuat pejabat pemerintah negara, tetapi juga diperebutkan kelompok teroris yang ngebet menghancurkan peradaban perdagangan dunia dan ingin berkuasa.

Profesor Robert Langdon dan Sienna Brooks memperlihatkan manuskrip tentang bahaya virus dalam naskah filsof Dante

Disaat kepanikan melanda lantaran virus corona di hampir semua negara, film yang mengisahkan penyebaran antivirus berbahaya dan akan diproduksi massal untuk menghabisi umat manusia tampaknya relevan dengan kondisi saat ini. Pergulatan mempertahankan ancaman jenis strain virus mematikan yang seharusnya diproduksi, sebenarnya telah lama diperingatkan melalui temuan, lewat enskripsi yang ditulis philosof eksentrik Dante ratusan tahun lalu, lewat film Inferno.

Naskah yang ditulis dalam sandi dalam wujud gambar karya Dante tersebut, cilakanya hanya diketahui seorang ahli filolog Robert Langdon yang diperankan Tom Hanks. Naskah dan gambar virus memiliki kemampuan memblokir ikatan aminoasil-tRNA ke kompleks-ribosom mRNA, melalui bioeginering diyakini sangat berbahaya dan memusnahkan seluruh manusia bila tubuh manusia terinfeksi virus ganas menjadi ancaman serius membuat gusar pejabat WHO.

“Tidak ada yang bisa menahan laju virus bila tidak ditemukan vaksin antivirus. Apalagi enskripsi itu berada ditangan orang yang ingin melenyapkan manusia,” ujar Robert Langson dalam perdebatan dengan Sienna Brooks.

Peringatan dini bahaya virus yang bakal terjadi bila tidak berhati-hati menangkalnya

Itulah sebabnya gurubesar yang memahami isi manuskrip diber-uber pakar dan pejabat pemerintahan ingin menguasai transkripsi sangat rahasia dari tangan Longdon. Saking jengkelnya, lantaran Longdon dikejar-kejar agen rahasia berbagai negara, ketika berada di apartemannya ia terpeleset dari candela saat ingin ngumpet dari kejaran dinas rahasia. Untungnya naskah enskripsi gambar di dalam tabung kecil, dan hanya dapat ditayangkan melalui proyektor, selalu dibawa dibalik jas Longdon.

Ceritapun bergulir dengan sangat apik sekaligus menarik. Kecelakaan terjatuh dari candela apartmen menyebabkan Longdon dirawat di sebuah rumah sakit dan ditangani dokter menik-menik cantik, Sienna Broke yang diperankan Falicity Jones. Sang dokter pun sebenarnya salah satu agen rahasia yang diselundupkan Bertrand Zobrist -yang diperankan Ben Foster, berkolaborasi dengan gengster negri beruang merah. Perebutan vaksin yang ditempatkan dalam box terhubung dengan timer bahan peledak, diyakini naskah manuskrip cara pelipatgandaan mereproduksi vaksin antivirus mematikan itulah esensi yang sebenarnya diperebutkan.

Perdebatan memperoleh sumber resmi penyimpan antivirus seperti dalam manuskrip yang diperoleh profesor Longdon akirnya terungkap

Hanya saja, dalam film tersebut, profesor Longdon digambarkan tidak memahami kegunaan makna manuskrip lantaran dirinya merupakan filolog dan bukan virolog. Selain itu Longdon juga mengalami penyiksaan akibat eksperimen laboratorium menyuntikkan virus tanpa disadari saat ia sedang melakukan research filologi karya Dante di tiga negara. Perebutan antivirus itulah yang menjadi keributan di markas gembong ambisius yang menginginkan penyebar virus sekaligus berusaha memiliki antivirus. Tak terelakan rebutan antivirus disembunyikan dalam kotak kedap air di suatu tempat sangat rahasia terbaca di manuskrip yang diperoleh Longdon. Hingga terjadi perselisihan memperebutkan kotak antivirus di dalam kolam steril di dasar laboratorium laboratorium canggih. Film lawas yang beredar 4 tahun lalu mengingatkan pada kita betapa rapuhnya pertahanan tubuh manusia bila kita lalai merawatnya. Apalagi bila, ternyata virus yang telah dimodifikasi lewat rekayasa genetika, dan telah disediakan antivirus oleh laboratorium super canggih, menjadi tujuan utama memperoleh kekuasaan dan biznis menggiurkan, bukan tidak mungkin terjadi saat ini.

Previous Rumah Mode Dunia Ketakutan Dilabrak Virus Corona
This is the most recent story.

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *