Golongan Darah ABO Dan Rhesus Lebih Penting Mana?


Courtesy credit the international mechanism blood system journal

Andai saja Landsteiner dan Wiener, tidak iseng memeriksa darah kera, yang katanya memiliki karakteristik daranya mirip dengan darah manusia, tentu persoalan daya tahan tubuh seseorang tak bakalan dengan mudah terdeteksi. Lantaran antigen, tentu dalam bentuk protein maupun bukan, saat ini sungguh sangat berguna. Meskipun acap membingungkan bagi warga masyarakat luas yang hanya mengetahui system penamaan golongan darah hanya sebatas jenis ABO. Justru itulah, orang awam tambah bingung dengan sebutan golongan darah Rhesus, selain ABO.

courtesy credit the international blood system journal

Padahal sejatinya, bagi pengamat golongan darah atau yang pernah mendalami ilmu kekebelan (baca: bukan ilmu jenis santet), dalam dunia kedokteran akan mengenal pelbagai jenis imunitas alias kekebalan tubuh manusia. Nah system kekebalan tubuh itulah, yang kemudian banyak orang mengartikulasikan sebagai bidang ilmu berkaitan dengan daya tahan tubuh alias imunitas tubuh manusia. Tentu hal pertama yang perlu diketahui yakni system kekebalan atawa imunitas itu erat kaitannya dengan senyawa protein yang terdapat pada permukaan darah dalam bentuk antigen dalam bentuk protein dan ada pula yang bukan dalam berbentuk protein.

Sel darah merah yang memiliki antigen protein inilah yang kemudian disebut sebagai rhesus positif, dan jangan lupa ada juga yang tidak memiliki antigen protein disebut rhesus negative. Jadi gampangannya rhesus positif dan rhesus negative yang membedakan keduanya adalah protein yang berada di permukaan sel darah merah. Faham bukan. Jangan Tanya dulu apa itu antigen dan protein, buka buku atau ensiklopedi kedokteran, kalau ingin tahu (baca: bukan pasangan tempe kedelai). Njuk terus gwe kudu kepiye.

Courtesy credit Ist (international blood mechanism journal)

Nah kembali pada pengetahuan silsilah system golongan darah yang selama ini hanya dikenal sebagai ABO. Padahal bila kalian berada di laboratorium, jelas akan ditest Rhesus (Rh) golongan di darah kamu apa. Itu penting bagi seorang hematology dalam uji klinis di laboratorium. Selain akan diketahui anti-A dan anti-B yang selalu ada pada darah wong normal, jelas terungkap seketika dalam uji laboratorium. Tapi jangan lupa untuk dalam kondisi normal anti-Rhesus tidak terdapat dalam darah, harus dirangsang terlebih dahulu melalui imunisasi. Nah antigen utama dalam system Rhesus adalah hanya ada antigen D, yang mampu merangsang pembentukan antibody. Bila erythrosit dengan antigen itu dimasukkan dalam sirkulasi seorang yang tidak mempunyai antigen Rh (Rhesus).

Cilakanya antigen D hanya terdapat dalam eryhtrosit 85 persen orang kulit putih. Persentase itu lebih tinggi pada orang kulit hitam, Indian dan Asia. Hanya 15 persen orang kulit putih yang tidak mempunyai antigen D. Nah yang perlu dipahami yakni Rhesus juga bermacam jenis antigennya. Orang yang mengandung antigen D dalam darahnya disebut Rh positif atau Rh (+), sedang yang tidak punya antigen D acap disebut Rh negatif. Antigen D paling mudah merangsang pembentukan antibody, tidak semua orang yang mendonorkan darahnya memiliki Rhesus sama. Meski golongan darah satu dengan lain yang memerlukan transfusi golongan darahnya sekalipun sama. Kenapa demikian? Sebab antigen D paling mudah pembentukan antibodi. Antigen lain seperti C, E, c dan e, Nyang penting antigen D (baca: bukan Duit)

courtesy credit Ist

Tidak setiap orang Rhesus negatif yang terpapar pada sel Rh positif membentuk anti-D. Imunisasi lebih sering terjadi karena transfusi daripada akibat kehamilan, karena pada transfusi sel eryhtrosit Rh-positif yang masuk lebih banyak. Sekitar 20% ibu Rhesus negatif membentuk anti-D, setelah mengandung janin Rh-positif, sedangkan pada transfusi pembentukan anti-D dapat terjadi pada 50-70% penderita yang ditransfusi dengan eryhtrosit Rh positif. Yang perlu diketahui, bila Rhesus positif (rh positif) yakni seseorang yang mempunyai rh-antigen pada eritrositnya, sedang Rhesus negative (rh negative) adalah bila seseorang yang tidak mempunyai rh-antigen pada eritrositnya.

Antigen pada manusia tersebut dinamakan antigen-D, dan merupakan antigen yang berperan penting dalam transfusi. Tidak seperti pada ABO sistem dimana seseorang yang tidak mempunyai antigen A/B akan mempunyai antibodi yang berlawanan dalam plasmanya, maka pada sistem Rhesus pembentukan antibodi hampir selalu oleh suatu eksposure apakah itu dari transfusi atau kehamilan.

Sistem golongan darah Rhesus merupakan pengetahuan relatif baru berkembang terkait dengan persoalan antigen, yang terdapat dalam darah sebagai indikator penentu sistem golongan darah ketika ingin melakukan mendalami hal-hichwal transfusi darah. Sebagai contoh pemberian darah Rhesus positif (D+) satu kali saja sebanyak ± 0,1 ml secara parenteral pada individu yang mempunyai golongan darah Rhesus negatif (D-), sudah menimbulkan anti Rhesus positif (anti-D) walaupun golongan darah ABO-nya sama.

Anti D merupakan antibodi imun tipe IgG dengan berat molekul 160000, daya endap (sedimentation coefficient) 7 detik, thermo stabil dan dapat ditemukan selain dalam serum juga cairan tubuh, seperti air ketuban, air susu dan air liur. Imun antibodi IgG anti-D dapat melewati plasenta dan masuk kedalam sirkulasi janin, sehingga janin dapat menderita penyakit hemolisis.

Anti-Rh yang dibentuk pada umumnya adalah kelas IgG. Mula-mula dibentuk IgM tetapi biasanya IgM menghilang beberapa bulan atau tahun setelah imunisasi, sedangkan IgG dapat menetap seumur hidup. Anti Rh jarang mengaktifkan komplemen. Dampak biologis anti Rh umumnya melapisi eryhtrosit dan menyebabkan penghancuran eryhtrosit dalam sistem retikuloendotelial. Jadi mana yang lebih penting? Mencari donor darah yang memiliki golongan darah sama atau melacak rhesus dulu. Tergantung kebutuhan, sukur-sukur golongan daranya sama juga memiliki rhesus persis seperti yang dikehendaki struktur imunitas tubuh kita. Berdoalah pada pemberi daya tahan hidup sekaligus pemilik kehidupan: Gustiallah

Previous Olga Kurylenko, Selibrity Punya Hati Nurani Ingin Belajar Menari di Bali
This is the most recent story.

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *