Efek Terpapar Radiasi Nuklir Bagi Tubuh Anda


Efek radiasi terhadap jaringan tubuh cel manusia (Ist)

Jangan keseringan terpapar radiasi nuklir, dari mesin pemancar energi seperti pada pemeriksaan CT-scan dan Rontgen, dalam dunia kedokteran, misalnya. Meski tidak terlalu memiliki efek mematikan seperti akibat ledakan bom nuklir, di Nagsaki dan Hirozhima seabad lalu, dan kebocoran reactor nuklir di Ukreina, toh sebaiknya perlu lebih berhati-hati bila tubuh molek eLoe terpapar radiasi nuklir.

Meski memiliki efek membuat cel-cel dalam tubuh kita terpapar energi nuklir, toh secara medis radiasi nuklir banyak digunakan untuk mengobati –dalam hal menghancurkan zasat renik kanker misalnya- dan yang lebih penting lagi yakni untuk mendiagnosis penyakit yang dialami pada tubuhmu. Oleh sebab itu, disarankan jangan terlalu sering terpapar radiasi nuklir, bisa jadi dampaknya bisa berbahaya bagi cel-cel dalam tubuh.

Reaktor pembangkit listrik menggunakan enerbi nuklir (courtesy Ist)

Paling kurang, bila tubuh kalaian, bahanol apa tuegy-nyemekel (dalaam bahasa Abg) disarankan untuk dihindari agar tidak terpapar radiasi nuklir, dari hal paling kecil keracunan, gangguan tumbuh berkembang, kanker, hingga menjadi penyebab kematian. Sebenarnya apasih yang dinamakan radiasi?

Radiasi adalah energi yang dipancarkan dalam bentuk pertikel atau gelombang akibat dipaparkan alat pemicu elektro magnetic gelombang berbentuk prtikel mikro-neuro netron. Radiasi dapat dipilah menjadi dua jenis, yakni radiasi pegion (radiasi dalam dosis besar) dan radiasi non-pegion (radiasi dosis rendah)

Bila Anda, menurut urutan pembagian dampak radiasi, terpapar akibatnya terpapar radiasi pengion, efeknya sangat tinggi bagi ‘kerusakan’ cel-cel jaringan tubuhmu.  Seseorang bisa terpapar radiasi nuklir jenis ini dari mesin pemancar energi nuklir, seperti pada pemeriksaan CT-scan dan Rontgen. Selain itu juga sangat berbahaya bila tubuh anda terpapar, baik langsung maupun tidak langsung akibat ledakan bom nuklir, atau kebocoran reactor nuklir.

Anda bisa bayangkan, bila bom atom yang meledak di Hirozhima dan Nagashaki Jepang, melumat negrimu?

Keracunan Radiasi Nuklir

Tidak banyak orang percaya bila tubuhnya terpapar radiasi nuklir dosis besar akan mengalami sindrom radiasi akut (ARS) alias keracunan radiasi yang berakibat kematian. Tingkat keparahan atas gejala yang ditimbulkannya, tergantung seberapa besar radiasi nukir terserap dalam cel-cel di dalam tubuh. Banyaknya penyerapan radiasi oleh tubuh, juga tergantung pada kekuatan energi radiasi dan jarak cel-cel di dalam tubuh dengan sumber radiasi.

Tanda dan gejala keracunan radiasi nuklir mungkin tidak segera muncul saat tubuh terpapar radiasi nuklir dalam jumlah besar. Gejala mungkin baru akan muncul dalam waktu beberapa jam hingga berminggu-minggu setelah terpapar radiasi. Gejala-gejala yang dapat muncul saat seseorang mengalami keracunan radiasi nuklir antaralain seperti: 1) gangguan pencernaan, mual, muntah dan diare. 2) Sakit kepala berkepanjangan, demam, pusing, kelelahan, rambut rontok dan bisa juga berakibat muntah darah. 3) luka, lepuhan, dan peradangan di berbagai bagian tubuh, seperti mulut, bibir, usus, kerongkongan dan kulit.

Melindungi bahaya radiasi nuklir, bukan saja dilakukan para peneliti, tetapi juga jurnalis yang meliput kebocoran radioaktif meledaknya pembangkit listrik berbahan nuklir di Chernobyl (courtesy ist)

Kasus penyakit radiasi nuklir mulai terkenal sejak terjadinya ledakan bom atom Hiroshima dan Nagasaki di Jepang. Tak hanya itu, ada juga kasus penyakit radiasi nukir akibat meledaknya pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl di Ukraina yang menghancurkan kota tersebut.

Perlu diketahui, bila reaktor nuklir rusak mengeluarkan bahan yodium radioaktif dan cesum. Bahan tersebut dipercaya menyebabkan ratusan ribu pekerja PLTN Chernobyl meninggal, baik saat kejadian atau karena penyakit radiasi nuklir yang timbul setelah insiden tersebut. Efek lain yang paling buruk lantaran radiasi nuklir terhadap kesehatan, selain gejala keracunan radiasi, juga dapat terjadi kerusakan sel-sel tubuh, Bagian tubuh yang paling rentan terhadap paparan radiasi nuklir dosis tinggi yaitu lambung, usus, mulut, pembuluh darah dan sel-sel yang memproduksi darah di sumsum tulang

Kerusakan yang terjadi di sumsum tulang akan mengakibatkan tubuh tak mampu melawan infeksi atau penyakit. Saat hal ini terjadi, radiasi nuklir berisiko tinggi untuk merenggut nyawa. Banyak studi yang menunjukkan orang yang sering terpapar radiasi nuklir, terutama anak-anak dan orang dewasa muda, beresiko besar terkena kanker. Beberapa penyakit kanker darah, bisa juga kaner paru-paru, kanker kulit dan kanker tiroid, payudara maupun kanker otak

PweuvHn vwnruk diaik vinRnf lUR Ynf rwexwmE PWMVUnfN LIMVh nuklie si vwvweP nwfE

Efek lain dari radiasi nuklir juga dapat berdampak buruk terhadap tumbuh kembang anak, terutama perkembangan otak dan saraf. Paparan radiasi nuklir pada janin dapat menyebabkan bayi terlahir cacat, baik cacat fisik maupun cacat mental. Selain itu, dampak buruk radiasi nuklir juga bisa menyebabkan kerusakan pada jaringan kulit. Terpapar radiasi nuklir dosis tinggi akan mengalami seperti kulit terbakar, lecet dan bahkan terjadi kanker kulit. 

Pengobatan penyakit radiasi nuklir bertujuan agar mencegah kontaminasi radioaktif lebih lanjut dan meringankan gejala-gejala lain yang dapat saja muncul, seperti cedera dan rasa nyeri berkepanjangan dari jaringan epidermis bawah kulit lantaran terpapar radiasi nuklir. Bila Anda terpapar radiasi nuklir, pastikan untuk melepaskan seluruh pakaian yang menempel di tubuh untuk mencegah kontaminasi tambahan, dan segeralah cuci bagian tubuh atau kulit yang terkena radiasi dengan air serta sabun.

Untuk mengobati sumsum tulang yang rusak, dokter akan memberikan obat-obatan yang bekerja dengan cara menstimulasi dan meningkatkan jumlah sel darah putih untuk melawan efek dari radiasi pada sumsum tulang. Bisa pula dokter menyarankan memberikan transfusi darah untuk menggantikan sel-sel darah yang hilang atau rusak akibat paparan radiasi nuklir, melewati transplantasi sumsum tulang. (berbagai sumber | nicole dari AS dan eddy je soe – Solo)

Previous Dampak Serius Radiasi Nuklir di Fukhushima, 11 Tahun, Landa Dunia
Next Keterusan Megal-Megol Usai Pandemi Virus Berakhir

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *