Vespa Lawasan Bisa Capai 50 Juta


Para penggemar ‘mesin-kanan’ berbahan plat-besi, sepeda motor yang satu itu kini menjadi koleksi mahal dan berharga. Bukan lantaran motor, tanpa lighting kiri-kanan, dan jarang bertabrakan kalah, Vespa memang pantas diacungi jempol kekuatannya. Jauh sebelum negri mbahmu, jalanan semulus seperti sekarang, scoter –panggilan akrab kasepuhan—acap taknyaman dikendarai. Selain uabote ora ukur, kerna terbuat dari besi beneran, bukan dari kaleng bekas atau plastic, toh kini banyak penggagumnya yang nguber ingin mencari jejak sejarah masalalu

Jangan sesekali ngeremehin Vespa, balung tuwo tetap santun

Tidaklah mengherankan, bila para ABG (anak baru geblek) baru menjadi penggemar baru montor lawas dari besi itu. Vespa, dengan merek scuter sebenarnya telah eksis selama lebih dari 80 tahun. Jangan heran bila di awal negri mbahmu dulu baru merdeka, guru-guru pendidik sekolah menengah atas atau sekolah olahraga, banyak menggunakan kendaraan besi yang satu itu. Bukan hanya para pegawai negri, pengajar-guru SMA, yang dikasih pinjaman mencicil montor buat mengajar, ada juga dijdikan invantaris sekolah. “Boleh dipinjam pakai kalau jadual mengajar setiap hari. Apalagi kalau rumahnya jauh dari sekolahan,” kata mantan guru, SMA Neg 1 Solo, tahun 1977, Soerjodarmojo, 83 tahun kala ditemui tahun lalu di Sekarpace.

Sembari terbata-bata bercerita, kakek renta usia, menggunakan alat pendengar telinga, mbah Soerjodarmojo, berkisah soal kendaraan wesi pemberian sementara dari negara itu sangat bermanfaat. Menurut dia, bukan hanya tenaga pendidik yang memperoleh inventaris pinjam-pakai, vespa, buat mengajar. Tetapi ada juga tantara pembela tanah air dulu, katanya, juga memperoleh pinjam-pakai dari negara. Itulah sebabnya, tantara yang dikirim jadi petugas pengamanan di PBB, juga memperoleh vespa.

Njuk gwe kudu piye jhal? Mosok mbalap halan-halan ke Vietnam njuk ke Itali? Gah, ntar kalau gak kisruh sehabis kemilu

“Kalau dipikir-pikir, waktu presiden Bung Karno itu, dulu sangat memperhatikan rakyatnya. Apalagi buat guru dan tantara. Selain dapat tunjangan uang minyak bensin, juga dapat lauk-pauk itu buat bekas tantara di PBB Congo dulu,” kata Suladi dalam catatan harian di notes kecil. “Waktu itu bokap kan pengawal jenderal Gatot Subroto, di Solo gegeran empat hari, Bersama Mayor Achmadi,” ujar Wartho ‘koclok’ di rumahnya Jagalan.

Meski dirinya mengaku baru beberapa tahun mewarisi montor vespa, dia berusaha tidak akan menjual montor yang satu itu. Lantaran cerita masalalu motor lawas yang diwarisi ayahnya, hampir delapan decade itu, tetap melekat dalam ingatannya. “Sekarang ada yang nawar di atas 25 juta pun, kagak saya lepas bung. Kemarin hari, orang datang dari Bali ingin membeli, 35 juta, ndak juta saya jual. Bukan kerna apa, nilai 25-35 juta cukup besar, tapi kalah besar dengan jasa montor Vespa peninggalan bokapnya ayah,” kata ahli waris eddy je soe, ditemui minggu lalu.

Ekie nay bgujyt ogim gwe janoabte najau hajet nere bucg

Menurut perkiraan para pengemar dan pedagang motor lawasan, harga Vespa bervariatif. Bisa 25 juta sampai 50 jutaan. Tergantung keorisionalitas body, tepong, dan tahun produksi asli-tidak dari Itali atau esemlim lokalan dari Pulau Gadung, pabrik vespa merk Piagio. “Anggap saja harganya nyaris sama dengan vespa plastic model sekarang. Tapi beda nuansanya. Vespa lawas, sejarahnya yang tak mungkin bisa disama-samain dengan merek kendaraan roda dua lain. “Lebih baik naik vespa” kan gitu text line jualannya dulu.” Mbuh!

Previous Mengenang Janis Joplin: “Ngerock & nGeBlues Zonder Bra”
Next Pose Bintang Tenar "Semlohay" Maryline Monroe bikin Greng

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *