Orang Rusia Setelah Minum Teh ‘krampul’ Malamnya Nenggak Vodka Biar Bakoh


Orang Rusia peminum teh fanatik, meski kagak punya kebun teh seluas di Indonesia

Bagi kalian yang suka kelayapan ke daerah pegunungan kebun teh jangan heran bila hasil berkebun para buruh tani menjadi langganan penikmat minuman teh berbagai negara. Setidaknya dari hamparan tanaman teh tiga tempat di Jawa Barat, Jawa Timur dan Sumatra, selalu menjadi incaran tengkulak dalam perdagangan internasional. Bila di Rusia dan Amerika Serikat maupun Inggris Raya, para penggemar teh setiap hari menenggak minuman penghangat lambe sembari kongkow-kongkow, yang dicari-cari tehi rasa Jawa. Jangan heran bila wong bule, terutama di negri bersalju beruang merah Rusia, selain nenggak vodka juga penggemar teh sejati. Bukan hanya secangkir teh dalam teko, bila telah asyik ngobrol ngalor-ngidul, mereka biasanya generasi opha-opha bahkan bisa berjam-jam sambil nenggak minuman penghangat badan. Tentu acap juga dicompar-campur nenggak vodka sambil mendem alus, deham-dehem ngerasani pramusaji caffe negeri lain.

Kegemaran nyeruput teh di negara bekas pecahan Unisoviet mestinya dimanfaatkan para eksportir negri ini. Lantaran banyak persoalan nonteknis, pasar yang mengaga di luar negeri tak tergarap dengan baik. Padahal negri nansubur merupakan penghasil teh terbesar dunia nomor tujuh. Dan sejarah masalalu tanduran teh pertama kali ngocol didatangkan dari negri penjajah pada tahun 1684, entah kenapa malah mampus Bersama tantara dainipon hengkang dari Jawa Barat. Baru kemudian Belanda membawa tanaman dari Sri Langka pada 1877. Tampaknya hingga sekarang tanaman teh cocok dengan iklim pegunungan di Indonesia. Sayangnya tidak terawatt dengan baik, lantaran luas lahan buat nanam tanduran itu tergusur kepentingan macam-macam setelah merdeka.

Tidak hanya orang Rusia penggemar minuman teh, orang dari Spanyol pun acap memesah teh rusia

Menurut catatan International Tea Committee, dari beberapa tempat perkebunantehi bila digabungkan jumlah produksinya bisa melampaui 139 ribu ton teh. Pada tahun 1915, produksi teh secara nasional mencapai 70 persen dieksport ke berbagai negara. Anehnya senyampang daun teh ke luar negeri, kita juga mengimpor teh dari negar lain. Bila ditotal, menurut catatan International Tea Committee, pada tahun 2015 Indonesia memproduksi 129 ribu ton teh. Hingga menempatkan Indonesia sebagai negara penghasil teh terbesar ke-7 dunia. Berdasar publikasi USA Tea Association, secara global ceruk pasar penghasil daun teh seluruh dunia, sebenarnya peluang mengenjot produksi teh sebagai komoditas perdagangan dunia ngeteh ke beberapa negri, jelas menguntungkan. Apalagi jangkauan ke negara Rusia rakyatnya peminum teh, selain nenggak vodka, paling potensial sebagai pasar menjanjikan. Apalagi kebun teh terbesar yang ada di Simalungun dengan merk dagang Toba Sari, Sidamani, dan Butong udah dikenal ke negara Eropa.

Tidak hanya di Simalungun pepohonan teh ditanam dan telah mengeksport ke luar negeri, di wilayah Kerinci, Jambi perkebunan teh dengan aroma khas ‘Kayu Aro’ yang dibuka pada era colonial Belanda dengan luas lahan 3000 hektar, menjadi favorid Ratu Beatrix dan Ratu Elizabeth II menggemari jenis teh ini. Kalau dari tahun ke tahun ‘Cuma’ 80 ton teh basah, rasanya perlu ditingkatkan. Jadi apalagi yang kalian tunggu. Biar tahu saja, kalau Anda sering kelayapan ke perkebunan teh di lokasi obyek wisata, puncak, jangan heran bila luas lahan perkebunan teh Gunung Mas yang dikelola PTP Nusantara VII semakin menciut. Untungnya masih ada perkebunan teh di wilayah Bandung, di Ciwidey, Malabar, Rancabali, Pangalengan, dan Gununghalu. Persoalannya, di beberapa tempat perkebunan itu bukan bertujuan buat memproduksi pemrosesan teh, tetapi lebih mementingkan ke arah wisata.

Para pemetik daun di perkebunan teh di Jawa Barat di musim pandemi

Wilayah lain sebagai penghasil teh sejak era penjajahan Belanda dulu berada di Brebes, di desa Pandansari, kecamatan Paguyangan dengan teh hitamnya yang dikemas dalam bentuk serbuk dan celup. Teh jenis inilah yang banyak dikonsumsi di Indonesia. Perkebunan teh di Wonosobo, 16 km dari pusat kota di lereng Gunung Sindoro, juga warisan perkebunan Belanda, luas lahannya mencapai 892,14 hektar dikelola PT Tambi. Selain buat kebun teh, juga diperuntukkan bagi Kawasan agrowisata. Meski tak sebanyak perkebunan tehi di Indonesia, lantaran tak mungkin di Rusia terdapat kebun teh, toh mereka memiliki varietas Rusia dan malah dijual di Amerika Serikat dan Inggris. Meski pun orang Rusia sebagai pencinta teh sejati, dan nenggak minuman berpuluh-puluh cangkir teh, setelah nguyup vodka, mereka memiliki waktu tertentu ngeteh bareng sambil kongkow-kongkow.

Pada umumnya orang Rusia penggemar berat minum teh dengan lemon. Sementara budaya lain mungkin memilih kulit lemon atau percikan sari lemon, wong Rusia lebih suka memasukkan seluruh irisan lemon ke dalam teh jeruk ‘kampul’ mereka. Varietas teh yang ditawarkan pun sangat mengejutkan, bahkan di beberapa toko teh yang terkecil sekalipun menyediakan teh dalam bentuk daun, teh celup, teh hitam, teh hijau, teh herbal, dan semuanya dibagi lagi menjadi puluhan varietas lebih lanjut. Namun, ada jenis teh yang tidak pernah dijual oleh toko teh, yaitu “teh Rusia” terkenal yang dijual di rak-rak toko Barat. (nicole – moscow/eddy je soe – Solo)

Siapa yang kagak kuat ngeliatin bibir dan buah dada ranum nan menawan setelah nenggak vodka. Paka-paka, Dha
Previous Protes Monica Bellucci Berpose Telanjang Saat Hamil
Next Rock Mini Saat Dipakai ABG Unyu-Unyu Jadi Ngetrend & Menggoda

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *